bebas

Thursday, 20 November 2014

MV and Lyric Kyuhyun -at Gwanghwamun



Kyuhyun mengeluarkan album solo dan At Gwanghwamun menjadi single pertama yang diperdengarkan. Suara khas yang bagus dengan cara menyanyi yang penuh penghayatan membuat lagu ini terdengar melankolis menyayat hati. Lagu ini menyampaikan perasaan galau Kyuhyun yang gagal move on di Gwanghwamun, seperti di salah satu liriknya yang tertulis "aku bahagia karena tempat ini secantik sebelumnya" yang sepertinya mengingatkan pada kenangan di tempat itu. Yang paling nempel dan bikin inget terus sama lagu ini adalah pas bagian nyanyiin "naneun Haengbokhaesso", suka dinamikanya pas nyanyi.

어땠는지, 아직 여름이 남아 왠지 조금 지쳤던 하루
neon eottaenneunji, ajik yeoreumi nama waenji nan jogeum jichyeotdeon haru
How was your day? There’s still a little bit of summer left, for some reason, I had a tiring day
광화문 가로수 은행잎 물들  그제야 고갤 들었었나
gwanghwamun garosu eunhaengip muldeul ttae geujeya gogael deureosseonna bwa
When the leaves changed color on the side of the road of Gwanghwamun, that was when I finally lifted my head
눈이 부시게 반짝이던 우리 둘은 이미 남이 되었잖아
nuni busige banjjagideon uri dureun imi nami doeeotjanha
We used to shine so bright together, but now we are strangers
안에서 세상이 것이었던 철없던 시절은 안녕
ne pum aneseo sesangi nae geosieotdeon cheoreopdeon sijeoreun annyeong
In your arms, the world was mine, goodbye to those childish days
오늘 바보처럼 자리에 있는 거야
oneul babocheoreom geu jarie seo inneun geoya
Today, like a fool, I am standing at that spot
비가 내리면 흠뻑 젖으며 오지 않는 너를 기다려 나는 행복했어
biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo oji annneun neoreul gidaryeo naneun haengbokhaesseo
Getting wet in the rain, waiting for you, who won’t come, I was happy
잡고 걷던 기억에 뒤돌아 네가 있을까
geu son japgo geotdeon gieoge tto dwidora bwa nega seo isseulkka bwa
At the memories of holding hands and walking together, I look back in case you are standing there
모르겠어 세상 살아가는   다른 누굴 찾는 인지
nan moreugesseo sesang saraganeun ge neul dareun nugul chatneun il inji
I don’t know if living in this world is just about always looking for another person
커피 가득한 찾아오며 그제야 조금 웃었던 나야
keopi hyang gadeukhan i gil chajaomyeo geujeya jogeum useotdeon naya
As I came to this street, filled with the aroma of coffee, that was when I finally smiled
처음이었어 그토록 떨리게 사람은 너뿐이잖아
cheoeumieosseo geutorok nal tteollige han sarameun neoppunijanha
It was the first time that someone made me that nervous, you were the only one
누구보다 사랑스럽던 네가 내게서 떠나갔는지
nuguboda deo sarangseureopdeon nega wae naegeseo tteonaganneunji
You were more lovable than anyone else, but why did you leave me?
오늘 바보처럼 자리에 있는 거야
oneul babocheoreom geu jarie seo inneun geoya
Today, like a fool, I am standing at that spot
비가 내리면 흠뻑 젖으며 오지 않는 너를 기다려 나는 행복했어
biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo oji annneun neoreul gidaryeo naneun haengbokhaesseo
Getting wet in the rain, waiting for you, who won’t come, I was happy
잡고 걷던 기억에 뒤돌아 네가 있을까
geu son japgo geotdeon gieoge tto dwidora bwa nega seo isseulkka bwa
At the memories of holding hands and walking together, I look back in case you are standing there
자리에서 매일 알아가
geu jarieseo maeil araga
At that place, I get to know
조금씩 변해가는 모습은 훗날엔 그저 웃어줘
jogeumssik byeonhaeganeun nae moseubeun meon hutnaren geujeo useojwo
How I’m slowly changing every day, in the far days ahead, just smile for me
행복해
nan haengbokhae
I’m happy
오늘 여긴 때처럼 아름다우니
oneul yeogin geu ttaecheoreom areumdauni
Because today, this place is just as beautiful as back then
괜히 바보처럼 자리에 있는 거야
gwaenhi babocheoreom i jarie seo inneun geoya
For no reason, like a fool, I’m standing at this spot
비가 내리면 흠뻑 젖으며 오지 않는 너를 기다려
biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo oji annneun neoreul gidaryeo
Getting wet in the rain, waiting for you, who won’t come
나는 행복했어 (나는 행복해)
naneun haengbokhaesseo (naneun haengbokhae)
I was happy (I was happy)
광화문 길을 다시 한번 뒤돌아 네가 있을
gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa nega seo isseu
r…kka bwa
I look back once again at this road in Gwanghwamun in case you are standing there

sumber: http://playkpopmusic.blogspot.com


Silahkan liat videonya disini
http://www.youtube.com/watch?v=rUbq_IXBaYg

Friday, 7 November 2014

Married Without Dating (2014)



Married Without Dating
                Sudah menjadi kebiasaan sih, kalau ada drama bagus yang sudah harus out dari notebook karena desakan dari memori yang bergejolak meronta meminta free space lalu adanya persaingan drama baru yang menarik untuk ditonton. Nah kali ini, saya akan me-review drama Korea berjudul Married Without Dating.

Deskripsi drama
Genre : Romance comedy
Tayang: 4 Juli 2014- 23 Agustus 2014
Jml episode: 16
Stasiun TV: tvN
Pemain:

Han Groo sebagai Joo Jang Mi

Yeon Woo Jin sebagai Gong Ki Tae


Jeong Jin Woon sebagai Han Yeo Reum


Han Sun Hwa sebagai Kang Se Ah



Heo Jung Min sebagai Lee Hoon Dong

Yoon So Hee sebagai Nam Hyun Hee



Sinopsis

ngasih kode buat segera melamar
trouble maker
Drama ini bercerita tentang seorang gadis bernama Joo Jang Mi yang sudah lama berpacaran, memberi sinyal pada pacarnya untuk segera mengajak menikah. 
Sayangnya pacarnya adalah seorang playboy yang tentunya tak ingin menikahi Jang Mi. 
Keadaan diperburuk dengan keterlibatan sahabat Dong Hoon (pacar Jang Mi) yang seorang dokter bedah plastik bernama Gong Ki Tae untuk merusak acara mereka berdua. Gong Ki Tae adalah seseorang yang berkomitmen untuk melajang setelah dulu sempat akan menikah tapi tidak jadi.

cuma pura-pura tunangan akhirnya nikah juga


Jang Mi yang mengetahui hal ini menjadi sedih dan frustasi sehingga dianggap penguntit oleh Dong Hoon yang lagi-lagi meminta bantuan Ki Tae. Ki Tae yang selama ini selalu didesak menikah olrh orang tuanya akhirnya mengajak Jang Mi untuk bekerja sama. Tawaannya, Ki Tae akan membantu Jang Mi balas dendam pada Dong Hoon. Di sisi lain ada JinWoon, pegawai Dong Hoon yang menyukai Jang Mi. Lama kelamaan Jang Mi menjadi tertarik pada Jin Woon, sayang hal itu harus ditutup-tutupi demi pernikahan palsunya dengan Ki Tae.

so sweet
setelah foto
Keseharian Jang Mi dan Ki Tae sebagai pasangan palsu memang dimaksudkan untuk membuat orangtua Ki Tae melepaskan kontrol thd Ki Tae terutama yang dilakukan oleh ibunya. 


cuma rekayasa
ini sebenarnya
Maka tak usah heran pada sikap romantis berlebihan (yang tapi malah bikin iri berkepanjangan) di antara keduanya.bahkan, kedua orang tua Jang Mi juga berharap keduanya menikah. Jang Mi tak ingin menghentikan keinginan semu orang tuanya mengingat keduanya sudah tidak mengungkit perceraian lagi.

saling mengawasi
Yeo Reum yg menyukai Jang Mi
Di tengah keharmonisan palsu, muncullah bibit cinta di antara keduanya yang awalnya tak disadari. Semakin yakinlah mereka pada perasaan masing setelah adanya cobaan melalui datangnya pihak ketiga dari masing-masing kubu, ada Jin Woon dari Jang Mi dan Sun Hwa dari Ki Tae yang merupakan mantan tunangannya. 


Sun Hwa ternyata cuma menginginkan donor sperma dari Kita karena sebenarnya dirinya tak begitu yakin mencintai Ki Tae. Sun Hwa hanya ingin keturunan yang cemerlang tanpa ribet menikah dan menjalani kehidupan pernikahan. Berbeda halnya dengan Jin Woon yang suka banget sama Jang Mi.


Anak mama akhirnya menikah



Apa kabar Dong Hoon, mantan pacar Jang Mi? Kini dia berpacaran dengan So Hee yang awalnya ditentang ibunya Dong Hoon. Adegannya Dong Hoon juga bikin kepingkel saking anak mamanya. Akhirnya mereka berdua menikah setelah sbelumnya, So Hee mengandung anak Dong Hoon.

Married in the rain


Setelah semua peristiwa yang dihadapi, Jang Mi dan Ki Tae akhirnya sepakat menikah. Pernikahan outdoor ini sempat menimbulkan perselisihan bagi keduanya, antara takut hujan maupun yakin pasti cerah. Belum lagi, sikap Jin Woon pada Jang Mi sebelum pernikahan yang disalah artikan oleh Ki Tae, begitupun sebaliknya saat Sun Hwa memberi tahu Jang Mi bahwa dirinya sudah mendapat donor sperma. Rupanya pernikahan di episode akhir drama ini benar-benar membuat terkejut penonton yang menantikan kelanjutan di setiap episodenya. Benar-benar konyol.
finally married

Perlu diketahui juga OSTnya bagus-bagus loh.
Ini link downloadnya download married without dating full episode

Thursday, 6 November 2014

CCL (Ceria Cenderung Lebai)


Hai, perkenalkan salah satu judul yang akan dibuat serial niatnya. Awalnya hanya ingin menceritakan kisah-kisah biasa tapi kepikiran untuk menyatukannya ke sebuah judul besar. Serial pertama sudah dipost dengan judul ‘Jaket Modus Mas Ganteng’, seri kedua dengan cerita berbeda berjudul ‘ Semakin Siang, Semakin...’lalu mari nantikan cerita selanjutnya.
                Pemilihan judul besar yaitu CCL yang kepanjangannya sudah disebutkan di atas, merupakan kata-kata yang spontan keluar dari pikiran penulis dan bukan bermaksud meniru trend judul sinetron seperti GGS (Ganteng-Ganteng Serigala) atau CCS (Cantik-Cantik Sakti). CCL bukan juga Cantik Cenderung Langsing (tapi boleh diaminin deh buat siapapun termasuk penulis yang mendambakan cantik dan langsing ala-ala girlband begituuh) ataupun Cekalang Caatnya Lulus (peace gaiss) yang malah memperlihatkan kealaylan penulis, tapi melalui kepanjangannya itu penulis ingin menyajikan cerita yang ceria yang nantinya pasti lebai. Nah kadar lebainya itu yg harus disesuaikan agar tidak memubazirkan cerita dan cukup meningkatkan imajinasi serta menghibur.
                Jadi, intinya ini dibuat untuk curhat (halah) dan menghibur semua kalangan. Tentu saja, penulis akan menyertakan credit pemain, latar dan mungkin kalau ada merk yang tak sengaja tersebut. Happy reading, enjoy it.

Seri CCL: Semakin Siang, Semakin...


Siang itu sama seperti biasanya yang terik akan paparan sinar matahari, seorang gadis muda ceria cenderung lebai terlihat gelisah berpindah tempat kesana-kemari mengitari sudut kampus untuk menemukan tempat yang nyaman untuk menunggu teman-temannya. Saat melihat ada bangku berwarna hijau berkanopi yang kosong, segera ia berlari dan menempatkan diri lalu mengeluarkan perkakasnya memburu wifi. Sayang beribu sayang, sinyal wifi yang diharapkan tidaklah sekuat sinar matahari yang siang itu memancarkan cahayanya. Sang gadis menatap pasrah ke depan layar notebook berdebu, sesekali melihat ponselnya yang sudah kehabisan paketan internet.
                Tiba-tiba datanglah kawan seperjuangan seangkatan yang bernama Aiug, menyapanya dengan riang. Ternyata dirinya mau ke kantin, yang kemudian diikuti sang gadis tadi. Kantin adalah tempat yang menyenangkan karena banyak makanan disana. Itulah pikiran sang gadis sambil mengikuti Aiug kembali ke tempat asalnya yang ternyata masih di deretan bangku hijau berkanopi deretan paling ujung dekat pohon beringin rimbun. Disana sudah ada Galuh yang sibuk dengan skripsinya tapi terlihat santai dan tenang. Ketenangan itu beralih menjadi sedikit gaduh tatkala memperbincangkan seseorang yang mereka tunggu dan yang lainnya. Kegaduhan yang sudah berlarut-larut usai, kembali muncul dan semakin parah saat seseorang yang bernama Pon datang dengan segala kehebohannya. Iya, Pon adalah sosok yang mereka tunggu-tunggu penuh rasa kerinduan. Pon menceritakan kisah perjalanannya yang cukup mendebarkan. Bayangkan saja, bagaimana tidak mendebarkan jika kalian berada di posisiya saat itu yang sedang asyik menunggang matic silver kesayangan tapi tiba-tiba rem kanan lose (dalam bahasa Jawa percakapan sering diucapkan los)alias lepas sehingga tak berfungsi? Sedangkan saat itu di depannya sedang ada truk yang berhenti, tapi untungnya Pon adalah gadis pemberani yang terlatih untuk menghadapi segala situasi darurat sehingga dapat memanfaatkan ruang yang ada untuk menghentikan laju maticnya.
                Beralihlah dari kisah Pon yang mendebarkan tapi justru ditertawakan itu (disebabkan gaya cerita Pon yang lucu tapi teman-teman hanya bisa menasehati dan tertawa)ke tujuan awal sang gadis ceria cenderung lebai. Vania yang sudah janjian sebelumnya bersama sang gadis ceria cenderung lebai untuk ke akademik jam 13.00, telah tiba di bangku hijau berkanopi tempat kegaduhan itu berlanjut. Setelah salam, sapa dan sedikit rumpik, waktu telah mendorong Vania dan si gadis ccl (ceria cenderung lebai)bersama Aiug untuk mendatangi ruangn yang ada di lantai 2 gedung berwarna coklat. Gadis ccl didahulukan mengambil legalisir ijazah ditemani dua orang temannya tadi.
                Pos legalisir sepi rupanya, membuat gadis ccl sedikit ragu, tapi tiba-tiba ada bapak-bapak baik hati yang sedang mengobrol merasa terpanggil menunaikan tugas pelayanannya. Kemudian dimulailah percakapannya,
“Pak, saya mau mengambil legalisir.”
“Atas nama siapa?”
“Fransisca”
“Fransisca pakai c ya?”
“Iya.”
Cukup lama si gadis ccl dan Vania menanti, Aiug bahkan sudah sampai ke TU menngurus sesuatu. Sambil menanti, dua orang ini melihat mahasiswa yang sepertinya ingin meminta tanda tangan seseorang tapi ternyata orang tersebut tak ada. Tiba-tiba bapak di depan kami yang sedang melayani legalisir berujar santai,
“Ngambilnya sebelum jam 15.00. Nek kita bilang jam 14.00 nanti mahasiswanya beneran datang jam segitu.” Kami hanya memperhatikan ucapannya, mengingat si mahasiswa sudah tak ada dan memang bapak yang melayani mahasiswa tadi berkata utnuk mengambilnya sebelum jam 15.00.
“Nanti kalau bilang jam 14.00 tapi bapak yang dimaksud belum datang tapi mahasiswa sudah datang kan repot juga.”
Kami hanya mengangguk-angguk setuju.
“Mbak, Fransisca itu Fra...”
“F r a n s i s c a...Fransisca.”
“oh mungkin di tumpukan kertas ini, di komputer gak ada datanya soalnya.”
Sembari bapaknya mencari, gadis ccl dan Vania cekikikan melihat situasi yang menggelikan ini. Setelah selesai dan berterimakasih, mereka berdua pamit menuju TU.
                Aiug yang sudah selesai dengan urusan TU, memilih menunggu kedua kawannya di lorong gedung ini. Vania diminta tolong oleh kawannya untuk mengambil SKL, karena si gadis pernah mengambil untuk dirinya sendiri, dengan yakin dia tahu seperti apa bentuknya dan diambil di meja mana. Meja pertama dekat pintu masuklah tempatnya dan disitu beruntung ada bapak-bapak ramah nan santai menanyai keduanya,
“Ada apa mbak?”
“Mau ngambil SKL pak.”
“Surat Keterangan....”
“LULUS.” Kompak dua orang itu menjawab, doa bagi Vania juga sepertinya.
“Oh ya ya.” Bapak itu terhenti sejenak lalu melanjutkan percakapan dengan pertanyaan yang seolah ingin meyakinkan maksud dua gadis itu.
“Apa tadi? Mau mbayar?”
“Ngambil pak.”
Saking geli dan kocaknya situasi itu, gadis CCL berpaling ke belakang dan membisikkan sesuatu ke Vania, “Semakin siang, semakin...” belum selesai berbisik, bapak itu meminta keduanya mencari di amplop yang ada rak di meja. Gadis CCL merasa bahwa SKL miliknya dulu tidak beramplop, maka pencarian dibagi dua; dirinya mencari di kertas dan Vania mencari di amplop.
                Cukup sibuk keduanya mencari tapi seperti sebuah pepatah, setiap pencarian pasti akan berakhir dan yang terpilih akan menjadi yang selamanya (hmm pepatah apa ya ini?), begitupun saat si gadis CCL berujar
“Ini van, sudah ketemu tapi nggak diamplopi.”
“Hoo ini bener.”
“Oh berarti belum diamplopi.” Bapaknya nyeletuk
“Emang sekarang diamplopi ya pak?” tanya gadis ccl
“Lah biasanya gimana?” bapaknya menyerahkan pertanyaan untuk dijawab kembali keduanya.
Setelah berterima kasih, keduanya keluar dari ruang TU menahan sakit di perut akibat tawa yang tertahan. Mereka menceritakannya pada Aiug bersahut-sahutan sambil tertawa. Sepertinya Aiug juga harus susah payah memahaminya antara cerita dan tertawa yang tercampur. Dia hanya berujar seperti ini,
“Mungkin bapake butuh Aqua.” Tanpa pikir panjang meledaklah tawa kami setelah mengkoneksikan kalimat Aiug dengan iklan yang ngetrend akhir-akhir ini.
“Heh, sis kowe reti ra, pas kowe mengo mau karo bisik-bisik, bapake ki ngguyu lho.”kata Vania
“Krungu po sing tak omongke?”
“Yo paling, pas kowe ngomong “semakin siang, semakin..’ kui”
“Semakin siang, semakin butuh Aqua uahahaha...” Aiug menimpali.
Semoga saja bapaknya tadi menganggap ‘semakin siang semakin ngantuk, atau semakin siang semakin lelah; asal jangan salah paham saja semakin siang, semakin ganteng.
“Kudune mau mlebu meneh karo nggawa Aqua kok, njur diwenehke bapake.” Aiug melanjutkan.
“Mengko njur bapake muni ‘Apa? Mbayar?’ ” ketiganya tertawa terbahak-bahak terkendali. Bagi ketiganya mungkin semakin siang, semakin tak tertahankan mengahadapi keadaan ini.

Seri Kedua CCL (Ceria Cenderung Lebai), Thanks to:
Pemain: Vania, Aiug, Galuh, Pon, bapak Akademik dan TU.
Latar: Bangku ijo berkanopi di bawah pohon beringin, kantin, Akademik dan TU dari fakultas yang semakin asri.
Maaf tadi Aqua kesebut, bukan bermaksud mengiklankan tapi makasih untuk iklan yg selalu kami ingat
*Noted: Based on true story, sedikit editan karena penulis lupa-lupa ingat.