bebas

Monday, 6 June 2016

Break time at Roemi




Kali ini kulineran aku berada di semacam kafe gitu. Dulunya game center dan aku masih bisa merasakan kenangan itu bangkit kembali halah. ceritanya mau ketemuan sama temen dan aku memutuskan tempatnya yang Deket lokasi kerja gitu.
Saat menunggu, yg membuatku nggak nyaman sih bau rokoknya. untungnya temanku sudah datang sehingga kita bisa berpindah ke meja yg nggak terlalu kecium bau rokok. Meja kami yg ini deket etalase kue gitu sehingga pemandangan lebih manis.

Java Single Pancake

Kita segera memilih menu karena waktu istirahatku cuma satu jam , berasa main runningman ini mah. Aku sejak awal sudah ngincer satu menu eskrim yg nyindir banget eh yg bikin pengen banget. Nama Menunya Java single pancake (kalau nggak salah inget). Begitu aku utarakan menunya, sontak si Galuh berkelakar jahil, sama seperti pikiranku sih haha.
Kalau Galuh pilih menu eskrim yang aku lupa namanya tapi tahu sajiannya.


Giliran Java single pancake nih. Satu scoop eskrim coklat di atas pancake kecil bingit yg dikasih topping Cherry sebiji. Lumayan enak kok, aku sih rekomen ini. Lalu ternyata kita merasa lapar meski memang enggak terlalu tertarik dengan Menunya karena mahal dan entah lah kurang tertarik aja. Meski begitu, kami tetap melakukan pemesanan nasi goreng Eskrimnya Galuh ini terdiri dari satu scoop eskrim vanila yg dikasih perasan jeruk dan jeruk nipis kalau g salah inget sih ada madunya. Kalau dilihat dari ekspresinya sih dia enggak suka. Aku juga nggak suka sih begitu nyobain.


Aku memesan nasi goreng jala. nasi goreng dengan jamur, ayam dan sayuran yang digulung dengan dadar telur berongga tapi lebih mirip dadar tepung berongga.


Kalau Galuh pesen nasi goreng keju. Kejunya yang di atasberupa parutan dan yang di dalam berupa potongan kecil lembaran.
Menurut kami harganya mahal sih. Ya maklum aku bukan anak kafe hehe. Next destination ditunggu saja dengan pengalaman yang tak kalah seru.



Saturday, 14 May 2016

Review Novel: Pria Impian di Sebelah Rumah

Judul asli: The Guy Next Door
Penulis: Meg Cabbot
Tebal : 560 hal
Tahun terbit: 2002, 2003 (Indonesia)
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Ingatkah kalian bahwa aku sudah membaca Perang Melawan Bos Tiran? Seharusnya judul ini dulu yang harus dibaca jika melihat tahun terbitnya. Namun, tidak masalah karena bukan jenis cerita kelanjutan tapi ada karakter di novel Perang Melawan  Bos Tiran yang muncul di sini. Kemungkinan hal tersebut terjadi karena kesamaan latar cerita yaitu di kantor The New York Journal.

Novel ini bercerita tentang penulis di koran The New York Journal pada kolom berita Page One yang berisi tentang dunia hiburan, bernama Melissa Fuller. Mel, begitu panggilannya terkejut saat mendapati tetangganya bernama Ms. Friedlander, seorang wanita tua yang tinggal sendirian, tak sadarkan diri akibat sebuah penyerangan. Tetangganya tersebut mengalami koma dan Mel harus mencari walinya agar dapat mengurus hewan-hewan peliharaan Ms. Friedlander. Tentu atas bantuan kawan-kawannya di tempat kerja, Mel bisa menghubungi Max Friedlander sang keponakan yang terkenal sebagai fotografer playboy. Sayangnya, Max tidak ingin mengurus neneknya tersebut sehingga meminta temannya bernama John Trent yang seorang wartawan koran saingan Mel yaitu The New York Chronicles sekaligus anggota keluarga kaya Trent.

Kisah cinta muncul di balik penyamaran John Trent menjadi Max Friedlander. Selain itu pembaca dibuat penasaran dengan pelaku penyerangan yang diduga pembunuh berantai pesolek yang sedari awal cerita sering dikemukakan. Tapi sudah bisa ditebak kok pelakunya seiring dengan berjalannya cerita dan penggambaran karakter tokohnya. Beberapa kesamaan dengan novel Perang Melawan Bos Tiran selain latar tempat juga mengenai tokoh utama yang punya sahabat karib yang selalu pengen tahu dan peduli bernama Nadine Wilcock (kalau di PMBT Jen Sadler), atasan yang gengges bernama George (di PMBT Amy Jenkins), mantan yang gagal move on bernama Aaron Spender (di PTMB Dale Carter) serta keluarga kaya tapi bermasalah dari si cowok bernama John Trent (di PMBT keluarga Hertzog, yang ternyata masih ada hubungan dengan Trent karena Stacey Hertzog adalah istri Jason Trent yang merupakan kakak John Trent) yang suka mengurusi kisah percintaan tokoh utama pria.

Novel ini lebih tebal tapi jujur aku lebih suka yang PMBT karena variasi media penceritaannya. Kalau di sini hanya lewat email saja tapi ringan lucu khasnya Meg Cabbot. Tidak hanya merk makanan dan restaurant yang disebutkan di sini tapi gosip artis di masa itu juga dimunculkan untuk menguatkan pekerjaan si tokoh utama sebagai kolumnis gosip. Ada sisi menyenangkannya juga yaitu  bisa membaca gosip dari sudut pandang penulis serta sedikit tahu seluk-beluk pekerja surat kabar. Kalau ditanya benang merah, aku rasa ada pada kasus penyerangan Ms. Friedlander tapi suguhan kisah cinta Mel dan John terlalu banyak.

Review novel: Boy Meets Girl (Perang Melawan Bos Tiran)

Review Novel: Perang Melawan Bos Tiran
Judul asli : Boy Meets Girl
Penulis : Meg Cabbot
Tebal buku : 495 hal
Tahun terbit : 2004, 2006 (Indonesia)
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Sudah sekian lama aku tidak baca novel dan baru beberapa waktu ini tergerak bahkan untuk mereviewnya juga. Aku memilih novel karya Meg Cabot di tahun 2004 yang dipublish di Indonesia tahun 2006, artinya ini adalah novel sepuluh tahun lalu. Mungkin beberapa orang akan merasa bahwa ini novel jadul tapi marilah ambil positifnya karena kita bisa bernostalgia di dalamnya. Lagipula novel ini membuatku bisa menyisihkan waktu untuk membacanya selama tiga hari saja, berarti ada sesuatu bahkan lebih dari novel setebal 495 halaman ini yang menarik perhatianku.
Novel ini bercerita tentang Kate Mackenzie, staff HRD di koran The New York Journal, yang mengalami dilema setelah dipaksa memecat Ida Lopez yang merupakan karyawan penyedia kudapan yang tidak mau memberikan pai tambahan kepada Stuart Hertzog yang notabene adalah konsultan pengacara di kantor surat kabar tersebut. Masalah Kate tidak hanya itu saja tapi juga dengan mantan pacarnya, Dale Carter, yang masih mengejarnya tapi tak mau berkomitmen dengannya. Belum lagi kesulitannya mencari rumah di New York yang biaya sewanya rendah sehingga dia tidak perlu menumpang di rumah sahabatnya yaitu Jen Sadler.
Permasalahan dengan Ida Lopez semakin rumit tatkala ada pengajuan tuntutan dari yang bersangkutan kepada kantor Kate mengenai pemecatannya. Disinilah Kate bertemu Mitchell Hertzog, adik Stuart Hertzog yang juga pengacara, yang dipilih untuk menjadi pembela kantornya. Kate yang membenci sikap para pengacara, terutama Stuart Hertzog yang arogan dan diapun meyakini bahwa Amy Jenkins yang adalah atasannya di HRD memaksanya memecat Ida Lopez juga karena pria tersebut, menjadi sedikit luluh dan terpesona pada Mitch yang digambarkan tampan oleh sang penulis.
Meg Cabot tidak hanya menceritakan tentang Kate dan permasalahan kantornya terutama dengan atasannya, Amy Jenkins, yang menjadi inti dari novel ini, tapi kekisruhan keluarga Hertzog juga cukup seru diikuti. Mulai dari Stuart si anak tertua pewaris kantor pengacara ayahnya yang licik orangnya, Stacey anak kedua yang sudah berkeluarga sebagai penengah keluarga besarnya, Mitch si anak ketiga yang tampan dan berjiwa sosial dan Janice yang ingin dipanggil Sean karena krisis identitasnya, belum lagi Margaret Hertzog sang ibu yang pilih kasih serta Arthur Hertzog sang ayah yang sedang keliling dunia untuk refreshing tampak abai dengan keluarganya.


Uniknya dari novel ini, penceritaannya tidak ditulis secara konvensional seperti ada tanda apostrof jika melakukan percakapan langsung, tapi lewat email, instant messenger  dan voicemail. Meski awalnya agak aneh tapi aku bisa mengikutinya dan itu asyik. Lalu disini kita diajak merasakan suasana kantor The New York Journal  melalui beberapa surat peringatan untuk karyawan, memo perusahaan, pernyataan persona non grata, serta transkrip interaksi karyawan. Tidak lupa ada bagian Kate menuliskan catatan pribadinya yang tentu saja nyambung banget dengan lanjutan percakapan email atau cara penulisan lainnya. Ada juga monolog Kate yang ditulis Meg Cabot di sela-sela Kate memilih menu di sebuah restaurant dan itu pasti ada. Lalu untuk percakapan dengan Ida Lopez, wanita tua baik hati itu selalu menyelipkan resep kudapannya untuk Kate.


Sejujurnya novel ini menceritakan dunia perkantoran yang hampir sering ditemui di sekitar kita dengan pengemasan yang sangat menarik serta  gaya penceritaan Meg Cabot yang ringan dan lucu. Meski terkadang memang agak sulit dimengerti kenapa Mitchel Hertzog begitu menyukai Kate Mackenzie. Seharusnya ada penjelasan panjang tentang kisah mereka berdua tapi seperti yang kukatakan sebelumnya bahwa benang merahnya adalah tentang Kate Mackenzie dan si PTK (Penguasa Tirani Kantor) yaitu bosnya sendiri di HRD, Amy Jenkins.


Wednesday, 11 May 2016

Makan di Raminten

Percaya atau enggak sih terserah tapi selama aku les di sebelah cafe Raminten, terhitung dr SD hingga SMA, aku belum pernah ke Raminten. Wajar sih mengingat uang saku masa kecil yg hanya cukup untuk jajan di depan pagar tempat les atau lari ke depan masjid Syuhada. Tuh kaan jadi nostalgia pas les pernah bolos pulak. Namun, saat ini yang ingin kubicarakan adalah pengalaman pertama makan di Raminten. Oke silakan kalau mau bilang aku ketinggalan jaman, gak gaul, kismin (becanda ding) tapi inilah kenyataannya.

Siang itu hari Senin, masih ingat banget karena niat mau ke toko buku buat beli sebuah buku pegangan masa depan, lalu lapar melanda. Seperti biasa, kalau keluar rumah tu pasti wajib jajan (aku aja sih, yg lain terserah ya). Lalu ingatlah aku tentang seorang teman yg emang suka baca buku. Yups aku ajak Tari ke toko buku. Selain melihat2 dan membeli buku yg emang aku rencanakan, kami juga mengincar beberapa buku utk dibeli setelah nantinya berhasil mengumpulkan uang. Tibalah saatnya kami pulang, lalu berlanjut dg kebingungan menentukan tempat makan. Dipilihlah Raminten karena aku blm pernah dan Tari udah pernah.

Sesampainya di Raminten, kami dimjnta menunggu sebentar utk dicarikan tempat. Raminten sedang ramai bgt saat itu maklum jam makan siang. Akhirnya kami diantar ke lantai 2 yg emang pilihan kami. Lalu kami menentukan menu yang akan disantap. Taraaa..akhirnya inilah pesanan kami.
Nasi kucing pakte doble
Sate jamur
Sate keong
Mendoan
Dua es yang aku lupa namanya.
Pesanan datang...kita bahas nasi kucing pakte doble. Nasi kucing dengan 2 nasi yg dicetak ditambah taburan bawang goreng di atasnya plus telur dadar super tipis. Nasinya banyak dan cukup untuk dikatakan mengenyangkan. Sayangnya yg doble cuma nasinya, telurnya tetap satu begitupun porsi oseng tempe serta pasangan sambel dan teri. Entah emang aku yg menyisakan nasi atau merasa kurang dengan lauknya yang menyebabkan masih sisanya nasi. Untungnya ada mendoan dan sate jamur. Harga nasi kucingnya Rp 3000,-

Kita bahas sate jamur pesananku yaa. Sate jamurnya enak, bumbunya meresap ya meski satenya enggak anget sih. Aku beli 3 siapa tau Tari mau nyicip. Warnanya pucat dan potongannya kecil-kecil. Beruntungnya jamur ini tidak liat. Teksturnya yang sedikit kenyal mengingatkanku dengan sate usus. Bumbunya mirip sih.

Lalu pesanan Tari adalah sate keong. Warnanya coklat dan tampilannya menggiurkan dengan potongan yg lebih besar dibanding sate jamur. Tapi aku g bisa memakannya karena terlalu liat. Entah kenapa aku merasa sate keong ini kurang sip. Selain liat, bumbubya jg kurang meski warna coklatnya lumayan memprovokasi. Ya itung2 udah pernah nyobain sate keong. Sate keong dan sate jamur per tusuk harganya Rp 2000,-

Selanjutnya pesanan yang ditunggu2 tiba, pesanan yang cukup terkenal dan recomended, pesanan itu berjuluk mendoan. Tiga buah mendoan persegi panjang yang tipis berbalut renyahnya tepung goreng, benar2 menggugah selera. Begitu digigit terdengar bunyi "kreus"lalu disambut oleh indra perasa yang memberi sinyal uenaak pada setiap kunyahan. Diakui memang mendoan ini juaranya dari makanan yang kita pesan. Harga 3 buah mendoan (ini udah dipaket 3 biji) Rp 8000,-.

Sudah waktunya minum. Aku lupa nama minumanku yang jelas hampir mirip sup buah tapi cuma ada buah nanas dan semangka apa ya kalau gak salah. Rasanya enak dan manis tapi kurang aja buahnya. Harga minuman pilihanku Rp 13.000,-
Minumannya Tari, aku juga lupa namanya, teksturnya seperti jus melon yang busanya ditaruh di atas ditambah taburan meses. Jus melonnya terasa juga meski aku harus susah2 menebaknya. Harganya 11.000.
Nah itu dia menu yang sudah kita pesan dan bikin kenyang. Semoga bisa menguatkan dalam melanjutkan kehidupan. Kita tak pernah sendiri, kalau mau makan ajak2 aja biar rame dan senang haha. Sampai jumpa lagi di edisi kuliner selanjutnya.

*note: aku makan ini dan nulis ini udh setahun yg lalu tepatnya Juni 2016.

Friday, 5 February 2016

Fushion Dinner Inovasi Rasa


 Wakaka amburadul banget judulnya yak, tapi kira-kira seperti itulah pengalaman di sore itu. Ceritanya aku lagi nunggu les terus mampir ke kos Dian. Posisinya kita lagi butuh makan dan ngincer jajanan unik di sekitar situ. Muncullah ide untuk makan Tacos, itu tuh makanan Spanyol yang ada daging cincangnya. Namanya juga cewek ya, pasti banyak pertimbangan termasuk memilih makanan. Rencanaya sore itu kita kan makan besar dan Tacos adalah salah satu bagian dari itu.

                Kita nyalakan motor favorit lalu menyusuri sekitar Jakal. Finally we found that spot, tenda ijo bernama Tacos bla-bla-bla. Pede banget masih dengan helm masuk ke tenda yang ternyata ada tiga mas mas yg masih meracik bahan, sepertinya sudah selesai membangun tendanya. Kebetulan yg baru tersedia adalah chicken tacos, yowislah itu aja toh juga belum pernah makan. Butuh waktu 10-15 menit utk memasak bahannya yg memang cincangan semua kecuali selada dan tortillanya. Sebenernya bisa nambah topping sih tapi kami memilih yg original aja. Karena suasananya krik-krik hening, si mas mencoba membuka percakapan yg malah membuat aku sih jadi heeee?? Ya kami dikira sedang lari-lari sore GSP. Mana bisa dong lari-lari pakai helm. Obrolan berlanjut kesana-sini lalu terkuaklah bahwa masnya masih kuliah di perguruan tinggi negeri ternama di kota ini. Tadaa...Tacos sudah jadi, waktunya mencari teman party si Tacos.

                Berhentilah kita di sebuah gerobak kue bernama roti Maryam. Disini lagi-lagi aku memilih rasa original, kalau Dian pilih coklat sih. Ternyata kita dapet free gula halus loh, sebenernya mintak sih dan boleh. Roti Maryam ini tinggal dipanasin aja sih eh dipanggang ding. sambil nunggu dipanggang, kita nanya tempat makan enak sama mbknya. Sayangnya mbaknya selalu bawa bekal dari rumah jadinya kita harus mikir sendiri. Asyik, si roti sudah kita dapat lalu kita cus antara nasi goreng, nasi padang atau penyetan.
                Setelah berunding cukup serius selama perjalanan yang beruntungnya enggak macet itu, kita memutuskan ke penyetan. Kita pilih penyetan vege yg artinya cuma beli  tempe dan terong bakar aja plus nasi. Yuhu kita pulang kos dengan bahagia.
                Kita lesehan di depan TV lalu mulai memutuskan utk makan tacos. Rasanya enak kok, enggak asin, dagingnya banyak di bawah. Baru makan setengah aja sudah ngrasa kenyang  lalu lanjut penyetan. Nah sambelnya tuh enak lho, kalau penyetannya sih biasa wahaha. Kuputuskan utk mencampur daging ayam dan penyetan vege dengan sambal tentunya ada tortilla yang tinggal secuil. Bisa bayangkan fushion food kita itu rasanya seperti apa? Inovasi rasa tentunya. Habis itu kita makan roti maryam yg manis dan crunchy. Renyah banget bagian luarnya dan manisnya enggak enek. Apalagi ditambah gula halus, betapa eksotisnya.
                Nah itu dia pengalaman yg bisa dibagikan. Total harga makanannya gak mahal kok. Tacos Rp 13.000, Roti Maryam Rp 6000-7000, Penyetan Rp 5000. Bisa dicoba kalau mau beli. Lain kali ketemu lagi di kuliner yg luar biasa lainnya. Luar biasa makanannya, perjalanannya dan ceritanya

Friday, 29 January 2016

Happy New Year 2016: Late Greetings

Yuhuu...tak terasa sudah memasuki akhir bulan Januari 2016 dan aku baru ngucapin Selamat Tahun Baru 2016 di blog. Ya udah sih gak papa, orang readernya jg g banyak haha, tapi semoga tahun ini aku pny bayak reader dan banyak karya juga.  Tahun lalu diisi postingan drama korea, variety show korea, kuliner, fiksi pribadi dan beberapa drama Jepang. Aku senang karena lumayan bervariasi, bahkan aku bisa menyelesaikan drama 12 episode lho..sesuatu yang tak kuduga sebelumnya. mengenai list drama yg ditonton 2015, sepertinya banyak yg terlewat, terutama di semester akhir ini karena jarang nonton sih lebih banyak ntn variety shownya.

Tahun 2016 ini aku masih akan menulis tentang kuliner, drama, dan musik pokonya hiburan bangetlah. Entah kenapa aku kepengin banget nerbitin novel (loh malah gak nyambung). Sukses ya di tahun ini.


Salam dari yg pny blog.

Haru & Junu: My Favourite Cute Couple




Junu & Haru

Penonton setia The Return of Superman episode awal2 pasti tau sama dua anak ini. Ya memang sih kalau sekarang program tersebut lebih identik dengan triplet, tapi ingatan kita tak akan terlupa dengan Haru, gadis penuh imajinasi yg sangat suka ikan serta Junu si kakak tampan berusia 11 th yg takut naik kuda. Bener2 episode lawas sih, pasalnya Junu dan Junseo yg merupakan putra dari aktor Jang JunHyung, memutuskan utk tidak meneruskan program ini dan berhenti di eps 33 lalu digantikan dg bayi2 imut yg booming dengan nama triplet (wkwk bias banget). Sama seperti Junu dan Junseo, Haru yg merupakan putri rapper Tablo dari Epik High , memutuskan berhenti di episode 58. Kalau sekarang sih episodenya udah ratusan.
 
                Aku suka sama Junu pake banget karena dia sangat dewasa (apalah aku ini, hanyalah noona fans wkwk). Junu suka ngalah sama Junseo. Junu suka membuktikan sama bapaknya kalau dia bisa jadi anak sulung yg membanggakan. Junu juga ramah pada orang lain. Nah keramahan dia inilah yang membuat Haru terpesona. Si Sarang juga suka sama Junu. Pokoknya Junu ini bisa banget bikin orang di sekitarnya seneng gitu. Aku sih liatnya gitu ya. 
                Di episode 15 pertama kali Junu dan Haru bertemu. Keluarga Jang mengunjungi rumah keluarga Lee. Mereka disambut hangat di rumah keluarga Lee, terutama Haru yang melihat Junu. Mereka bertiga yaitu Junu, Junseo dan Haru bermain. Haru berfokus pada Junu, tetiba lari memeluk Junu, setiap ada kesempatan dia mendekati Junu. Sepertinya di sini Junu jadi salah tingkah dan lari menghindari Haru. Lalu di satu sesi, Haru ditanyai tentang kemungkinan dia menyukai Junu. Haru menjawab bahwa ia menyukai Junu karena alisnya. Hwahaha.


                Dua keluarga pergi ke luar, ke tempat yang ada kolam ikannya. Haru dan Junu terlibat kencan yang cute. Mereka berdua memberi makan ikan di kolam bersama. Romantis sekali. Mereka sangat cocok. Aku lupa kejadian selanjutnya, pokoknya mereka pindah tempat untuk mancing ikan. Tapi karena g dapet ikan, para bapak diminta langsung ngambil ikan dengan tangan telanjang dan masuk kolam yg dingin banget.  Di samping kolam, tiga anak cute itu menyemangati bapak mereka. Junu memegang tangan Haru untuk ikut mendukung bapak, Junseo melihatnya lalu tersenyum jahil yg kalao di indonesiain artinya, cie cie cie. Haru yang dipegang tangannya merasa deg-degan. Apalagi pas Junu ngomong ke arahnya, wajah Haru terlihat tersipu malu.


                Selesai acara mancing, mereka semua main luncur salju. Junu meluncur dengan baik lalu menarik Haru yg duduk di papan seluncur. Merekaterlihat seperti lagi2 kencan. Aaah sanagt manis. semenjak episode ini aku shipperin mereka lho. Bahkan aku membuat film potongan gambar di episode 15 ini biar kerasa aja momennya wkwk.